Thursday, March 17, 2016

Mata Kuliah Ilmu Sosial Dasar: Opini Masalah Sosial



Masalah Sosial LGBT
Keragaman dimasyarakat memerlukan sosialisasi dan memerlukan interaksi sesama manusia. Manusia membutuhkan manusia lainnya sebagai pemenuhan kebutuhan lahir maupun batin merupakan salah satu fungsi dari interaksi. Dalam kehidupan bermasyarakat, tentunya akan menghadapi masalah-masalah sosial. Masalah Sosial adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan yang dipandang oleh sejumlah orang dalam masyarakat sebagai sesuatu kondisi yang tidak diharapkan. Salah satu masalah sosial yang beredar di masyarakat yaitu mengenai Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender atau biasa disebut LGBT. LGBT dipakai untuk menunjukan seseorang yang mempunyai perbedaan orientasi seksual dan identitas non-heteroseksual. Sebenarnya masalah LGBT bukanlah masalah yang baru timbul namun sudah ada sejak bertahun-tahun yang lalu. Para kaum minoritas itu sering dipojokkan  dan mendapat cemoohan karena dianggap melenceng kondrat manusia. Namun seiring bebasnya pergaulan dan globalisasi sehingga semakin meluasnya budaya LGBT tersebut yang mengakibatkan Mahkhamah Agung Amerika Serikat memutuskan untuk melakukan legalisasi atau mensahkan secara hukum perkawinan antara kaum LGBT tersebut.
Negara Indonesia sangat tegas menolak gerakan LGBT, karena gerakan tersebut melanggar moral, budaya, dan keagamaan, dibuktikan dengan adanya dasar negara Pancasila. Namun cerminan sikap yang menjurus kepada sikap LGBT ini masih sering ditemukan dikalangan masyarakat sekitar maupun selebriti. Seperti selebriti pria yang meniru gaya wanita maupun sebaliknya, dibalik layar kaca televisi yang bertujuan untuk memberi hiburan kepada penonton televisi yang secara tidak langsung justru merusak cara pandang penonton terhadap homoseksual dan menganggap sikap melenceng tersebut merupakan sikap biasa. Juga merusak moral dan masa depan khususnya untuk anak-anak.
Dimasyarakat sekitar juga sering ditemukan adanya hubungan maupun ketertarikan seseorang antara sesama jenis. Adapula seorang perempuan yang bergaya tomboy ataupun sebaliknya hanya mempunyai gaya yang berkebalikan dengan dengan gendernya tetapi sesungguhnya mereka normal/ tidak homoseksual. Memojokkan dan melontarkan cemoohan kepada kaum LGBT bukanlah sikap yang bijak untuk menyikapi mereka karena sesungguhnya mereka juga manusia hanya dengan perbedaan orientasi seksual. Rehabilitasi terhadap kaum LGBT juga belum tentu seratus persen berhasil jika tidak ada kemauan dari diri kaum homoseksual itu sendiri.
Selain adanya penanganan yang serius dari pemerintah tentang masalah sosial homoseksual ini, memperdalam agama juga dapat mempengaruhi daya pikir kaum tersebut untuk kembali berjalan kearah yang benar. Bagi kaum normal/heteroseksual tetap berhati-hati dalam pergaulan serta menyaring segala bacaan dan tontonan dari internet maupun televisi, juga memperdalam agama serta dukunglah kaum homoseksual tersebut dalam artian mendukung melakukan penyembuhan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa, LGBT bukanlah penyakit yang mengakibatkan seseorang menyukai sesama jenis, namun cara berfikir, pergaulan, dan faktor lingkungan lainlah yang mengakibatkan mereka berbeda dengan kaum heteroseksual lainnya. Cara terbaik adalah tidak mendiskriminasi kaum tersebut justru mendukung mereka untuk melakukan penyembuhan. Serta perdalam ilmu edukasi dan ilmu agama agar tidak terjerumus ke jalan yang salah.

No comments:

Post a Comment