Sunday, March 27, 2016

Mata Kuliah Ilmu Sosial Dasar: Obsevasi Masalah Sosial

Dampak Serta Pengelolaan Sampah Yang Baik
Sampah adalah buangan atau material sisa yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri, maupun rumah tangga, rumah sakit, pasar, pertanian, peternakan dan perkantoran yang sifatnya cenderung merusak lingkungan sekitar. Sampah merupakan salah satu dari sekian banyak masalah sosial yang dihadapi masyarakat. Dalam kehidupan sehari hari, manusia tidak akan lepas dari masalah pembuangan dan penumpukan sampah baik masyarakat kota ataupun daerah yang padat pendududuknya pasti menghasilkan sampah yang begitu banyak yang pembuangannya ditempat-tempat umum, seperti di tanah kosong sekitar rumah, pasar-pasar, pinggir jalan, dan tempat tempat lainnya. Karena begitu sempitnya lahan yang akan dijadikan tempat pembuangan sampah.
Penanganan sampah yang baik dan benar sepertinya harus menjadi perhatian khusus saat ini karena setiap hari kita pasti membuang sampah baik dalam bentuk sampah rumah tangga, industri, atau pasar dll. Sedangkan tempat pembuangan akhir sampah atau TPA idealnya berada pada lahan yang tidak menggangu dan jauh dari lingkungan tempat tinggal, agar tidak mencemari lingkungan hidup masyarakat dan mengganggu pemandangan, serta mengganggu kesehatan. Jadi, kita harus memikirkan bagaimana cara yang tebaik untuk menangani pembuangan sampah-sampah tersebut, agar sampah tersebut tidak menimbulkan permasalahan sosial masyarakat.
 Pada dasarnya sampah itu mempunyai 2 kategori yaitu:
1.      Sampai organik / sampah terurai. Sampah organik adalah sampah yang mudah dapat diuraikan melalui proses alami termasuk sampah rumah tangga yaitu misalnya: sampah dari dapur, sisa sisa makanan, daun dan ranting.
2.      Sampah anorganik / sampah tak terurai, adalah sampah yang dihasilkan dari bahan bahan non hayati seperti sampah plastic, sampah kertas, sampah kaca, sampah bekas deterjen, sampah botol plastik, dll.
Menurut penelitian mengenai sampah di Indonesia menunjukkan bahwa 80% merupakan sampah organik dan diperkirakan 78% dari sampah tersebut dapat digunakan kembali. Sehingga dapat dilakukan pengelolaan sampah secara baik sebetulnya dapat dilakukan oleh masyarakat yang membuang sampah. Secara garis besar masyakat dapat melakukan kegiatan dalam pengelolaan sampah, meliputi pengendalian timbunan sampah, pengumpulan sampah, transfer dan transport sampah, pengolahan dan pembuangan akhir. Mengurangi sampah dari sumber timbunan diperlukan upaya untuk mrngurangi jumlah sampah mulai dari pembuangan sampah rumah tanggan sampai ke pembuangan akhir dengan cara menerapkan prinsip 3R yaitu:
1.      Reuse (menggunakan kembali) yaitu menggunakan kembali sampah secara langsung baik untuk fungsi yang sama maupun fungsi lain. Contoh: memakai bekas botol atau kaleng menjadi tempat pensil.
2.      Reduce (mengurangi) yaitu mengurangi segala sesuatu yang menyebabkan timbulnya sampah. Contoh: pengurangan penggunaan kantong plastik untuk berbelanja.
3.      Recycle (mendaur ulang) yaitu memanfaatkan kembali sampah setelah mengalami proses pengolahan. Contoh:
Pengelolaan sampah yang baik diperlukan untuk saat ini yang dimulai dari diri kita sendiri dengan upaya pengurangan pembuangan sampah. Untuk itu saya telah menemui Ibu Umi sebagai pengumpul dan pemilah sampah dilingkungan rumah saya yang sepertinya pekerjaan Ibu Umi sangat membantu program pengelolaan sampah yang baik, karena Ibu Umi melakukan pemilahan jenis-jenis sampah menurut jenisnya. Sehingga saya melakukan observasi atau perbincangan dengan Ibu umi tentang cara cara memilah milah sampah. Selain sampah itu bisa dikelola dengan baik, ternyata sampah juga bisa menjadi sumber pendapatan bagi Ibu Umi. Dalam satu hari dapat menghasilkan kira-kira Rp20.000,00/ perkarung ukuran 20 kg beras. Dan dalam satu bulan Ibu Umi bisa mempunyai penghasilan Rp600.000,00. Sedangkan sampah organiknya dibuat Ibu Umi sebagai pupuk untuk menanam cabai dalam pot didepan rumahnya. Itulah salah satu contoh permasalahan sosial yang bisa dikelola dan diselesaikan oleh ruang lingkup yang ada disekitar kita.
Dampak negatif sampah yang tidak ditangani dengan baik yaitu:
1.      Bagi kesehatan, dapat menyebabkan penyakit seperti diare DBD, tifus, kolera, cacingan dan lain lainnya.
2.      Bagi sosial dan ekonomi, akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat, bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah berserakan dimana-mana,  serta adanya pengeluaran biaya pengobatan penyakit.
3.      Bagi lingkungan, akan menyebabkan banjir akibat sampah yang menyumbat aliran air dan merusak ekosistem air.
Untuk itu, janganlah membuang sampah disembarang tempat dan mulailah memilah sampah sejak dini serta menerapkan prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recyle). Dengan begitu, sebagai generasi muda harus menumbuhkan kreasi-kreasi baru dalam memanfaatkan sampah. Lakukanlah hal baik dimulai dari hal yang terkecil walaupun seperti membuang sampah pada tempatnya, hal itu akan membuat kita hidup nyaman dan bahagia dilingkungan tempat kita tinggal, dan tanpa kita sadari kita telah menyelamatkan masa depan bangsa dari sampah.




No comments:

Post a Comment