Dampak
Serta Pengelolaan Sampah Yang Baik
Sampah adalah buangan atau material sisa yang
dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri, maupun rumah tangga, rumah
sakit, pasar, pertanian, peternakan dan perkantoran yang sifatnya cenderung
merusak lingkungan sekitar. Sampah
merupakan salah satu dari sekian banyak masalah sosial yang dihadapi
masyarakat. Dalam kehidupan sehari hari, manusia tidak akan lepas dari masalah
pembuangan dan penumpukan sampah baik masyarakat kota ataupun daerah yang padat pendududuknya pasti
menghasilkan sampah yang begitu banyak yang pembuangannya ditempat-tempat
umum, seperti di tanah kosong sekitar rumah, pasar-pasar, pinggir jalan, dan
tempat tempat lainnya. Karena begitu sempitnya lahan yang akan dijadikan tempat
pembuangan sampah.
Penanganan sampah yang baik dan benar sepertinya
harus menjadi perhatian khusus saat ini karena setiap hari kita pasti membuang
sampah baik dalam bentuk sampah rumah tangga, industri, atau pasar dll.
Sedangkan tempat pembuangan akhir sampah atau TPA idealnya berada pada lahan
yang tidak menggangu dan jauh dari lingkungan tempat tinggal, agar tidak mencemari
lingkungan hidup masyarakat dan mengganggu pemandangan, serta mengganggu
kesehatan. Jadi, kita harus memikirkan bagaimana cara yang tebaik untuk
menangani pembuangan sampah-sampah tersebut, agar sampah tersebut tidak
menimbulkan permasalahan sosial masyarakat.
Pada dasarnya
sampah itu mempunyai 2 kategori yaitu:
1.
Sampai organik /
sampah terurai. Sampah organik adalah sampah yang mudah dapat diuraikan melalui
proses alami termasuk sampah rumah tangga yaitu misalnya: sampah dari dapur,
sisa sisa makanan, daun dan ranting.
2.
Sampah anorganik
/ sampah tak terurai, adalah sampah yang dihasilkan dari bahan bahan non hayati
seperti sampah plastic, sampah kertas, sampah kaca, sampah bekas deterjen,
sampah botol plastik, dll.
Menurut penelitian mengenai sampah di Indonesia
menunjukkan bahwa 80% merupakan sampah organik dan diperkirakan 78% dari sampah
tersebut dapat digunakan kembali. Sehingga dapat dilakukan pengelolaan sampah secara
baik sebetulnya dapat dilakukan oleh masyarakat yang membuang sampah. Secara garis
besar masyakat dapat melakukan kegiatan dalam pengelolaan sampah, meliputi
pengendalian timbunan sampah, pengumpulan sampah, transfer dan transport
sampah, pengolahan dan pembuangan akhir. Mengurangi sampah dari sumber timbunan
diperlukan upaya untuk mrngurangi jumlah sampah mulai dari pembuangan sampah
rumah tanggan sampai ke pembuangan akhir dengan cara menerapkan prinsip 3R
yaitu:
1. Reuse (menggunakan kembali) yaitu menggunakan
kembali sampah secara langsung baik untuk fungsi yang sama maupun fungsi lain. Contoh:
memakai bekas botol atau kaleng menjadi tempat pensil.
2. Reduce (mengurangi) yaitu mengurangi segala
sesuatu yang menyebabkan timbulnya sampah. Contoh: pengurangan penggunaan
kantong plastik untuk berbelanja.
3. Recycle (mendaur ulang) yaitu memanfaatkan
kembali sampah setelah mengalami proses pengolahan. Contoh:
Pengelolaan sampah yang baik diperlukan untuk
saat ini yang dimulai dari diri kita sendiri dengan upaya pengurangan
pembuangan sampah. Untuk itu saya telah menemui Ibu Umi sebagai pengumpul dan
pemilah sampah dilingkungan rumah saya yang sepertinya pekerjaan Ibu Umi sangat
membantu program pengelolaan sampah yang baik, karena Ibu Umi melakukan pemilahan
jenis-jenis sampah menurut jenisnya. Sehingga saya melakukan observasi atau
perbincangan dengan Ibu umi tentang cara cara memilah milah sampah. Selain sampah
itu bisa dikelola dengan baik, ternyata sampah juga bisa menjadi sumber
pendapatan bagi Ibu Umi. Dalam satu hari dapat menghasilkan kira-kira Rp20.000,00/
perkarung ukuran 20 kg beras. Dan dalam satu bulan Ibu Umi bisa mempunyai
penghasilan Rp600.000,00. Sedangkan sampah organiknya dibuat Ibu Umi sebagai
pupuk untuk menanam cabai dalam pot didepan rumahnya. Itulah salah satu contoh
permasalahan sosial yang bisa dikelola dan diselesaikan oleh ruang lingkup yang
ada disekitar kita.
Dampak negatif sampah yang tidak ditangani
dengan baik yaitu:
1. Bagi kesehatan, dapat menyebabkan penyakit
seperti diare DBD, tifus, kolera, cacingan dan lain lainnya.
2. Bagi sosial dan ekonomi, akan membentuk
lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat, bau yang tidak sedap dan
pemandangan yang buruk karena sampah berserakan dimana-mana, serta adanya pengeluaran biaya pengobatan
penyakit.
3. Bagi lingkungan, akan menyebabkan banjir
akibat sampah yang menyumbat aliran air dan merusak ekosistem air.
Untuk
itu, janganlah membuang sampah disembarang tempat dan mulailah memilah sampah
sejak dini serta menerapkan prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recyle). Dengan begitu,
sebagai generasi muda harus
menumbuhkan kreasi-kreasi baru dalam memanfaatkan sampah. Lakukanlah hal baik
dimulai dari hal yang terkecil walaupun seperti membuang sampah pada tempatnya,
hal itu akan membuat kita hidup nyaman dan bahagia dilingkungan tempat kita
tinggal, dan tanpa kita sadari kita telah menyelamatkan masa depan bangsa dari
sampah.
No comments:
Post a Comment