Pada
tanggal 2 April 2016, saya menghadiri seminar yang diselenggarakan oleh
Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Gunadarma, dilaksanakan di
auditorium kampus J1 Universitas Gunadarma. Seminar tersebut didatangi oleh
narasumber bernama bernama Bpk. Andrie Wibowo, seorang pemimpin Pilar Education
Training di perusahaan Indopoly Swakarsa Industry dan Bpk. Rudy Novisyal,
seorang promotor di perusahaan Kalbe Farma.
Isi Seminar
Apa itu Total Productive Maintenance
dan Bagaimana Cara Menerapkan TPM?
Total Productive Maintenance atau
TPM adalah salah satu metode proses maintenance yang dikembangkan untuk
meningkatkan produktifitas di area kerja, dengan cara membuat proses tersebut
lebih reliable dan lebih sedikit terjadi pemborosan (waste).
Metode ini merupakan bagian dari Lean Manufacturing.
TPM berfungsi untuk memelihara pabrik dan peralatannya
agar selalu dalam kondisi prima. Untuk memenuhi tujuan ini, diperlukan
maintenance yang prefentif dan prediktif. Dengan mengaplikasikan prinsip TPM
kita dapat meminimalisir kerusakan pada mesin. Masalah yang umum terjadi pada
mesin misalnya kotor, mur dan baut hilang, oli jarang diganti, kebocoran,
bunyi-bunyi tak normal, getaran berlebihan, filter kotor, dan sebagainya dapat
diminimalisir dengan TPM.
Dalam suatu perusahaan pasti dibutuhkan
maintenance untuk proses produksi maupun untuk kegiatan
operasional. Dalam konsepnya maintenance tersebut adalah suatu fungsi
yang ada pada bidang industri manufaktur yang memiliki fungsi pentng
sama halnya dengan fungsi-fungsi produksi. Bila
perusahaan memiliki peralatan seperti mesin misalnya, maka perusahaan tersebut akan
berusahan untuk tetap menggunakan mesin hingga waktu yang lebih lama agar
proses produksi bisa berjalan dengan lancar.
Bila mesin dapat digunakan dengan baik dan secara terus
menerus maka hasil produksinya juga akan baik. Kontinuitas produksiakan
terjamin dengan adanya mesin yang tetap bisa digunakan dalam jangka waktu lebih
lama. Untuk mendapatkan semua itu maka perusahaan harus melakukan
perawatan terhadap mesin atau peralatan yang dimiliki oleh perusahaan.
Perusahaan manapun sebaiknya memberikan perawatan terbaik
bagi peralatan/ mesin yang digunakan untuk proses produksi. Mengingat pada
beberapa perusahaan terutama perusahaan manufactur, mereka sangat tergantung
dari produksi dan hasil produksi tersebut.
Bila perusahaan mampu memproduksi produk dengan kualitas
yang bagus maka produk pun akan mudah dijual dipasaran dan keuntungan
perusahaan akan lebih maksimal. Sedangkan bila perusahaan tidak
memaksimalkan perawatan apda mesin/ peralatan mereka, saat beroperasi mungkin
akan terjadi beberapa kendala yang menyebabkan produk yang dihasilkan
tidak berkualitas. Mesin produksi sangat erat kaitannya
dengan proses produksi. Bila produksi lancar maka mesin produksi tersebut mampu
bekerja dengan baik.
- Pengertian
Maintenance
Maintenance atau pemelihataan merupakan suatu kegiatan
yang bertujuan untuk memelihara atau menjaga peralatan atau mesin yang
dimiliki suatu perusahaan termasuk juga proses perbaikan dan
penggantian yang dibutuhkan agar kegiatan operasi produksi
bisa terus berlangsung dengan baik. Dengan adanya pemeliharaan tersebut
maka peralatan atau mesin dapat digunakan sesuai dengan
perencanaan proses produksi dalam jangka waktu yang lebih lama.
Pemeliharaan yang dilakukan terhadap mesin atau
peralatan diantaranya adalah:
- Pengecekan
terhadap mesin/ Peralatan
Pada setiap periode tertentu maka sangat baik bagi
perusahaan untuk melakukan pengecekan terhadap mesin yang dimiliki. Tujuannya
adalah untuk mengetahui apakah mesin baik-baik saja ataukah mengalami
kerusakan.
- Perminyakan
Perminyakan atau meminyaki mesin sangat penting untuk
operasional produksi. Mesin yang dipelihara dengan baik seperti
halnya memperhatikan minyak sebagai pelumasnya, hal ini akan memberikan umur
mesin/ peralatan menjadi lebih tahan lama.
- Perbaikan
terhadap kerusakan mesin/ peralatan
Setelah dilakukan proses pengecekan maka bila terjadi
kerusakan pada salah satu mesin harus dilakukan perbaikan/ reparasi
terhadap kerusakan tersebut. Perbaikan tersebut bisa dilakukan sendiri oleh
bagian teknisi perusahaa atau bagian luar perusahaan yang dipilih.
- Penggantian
sparepart
Jika memang harus menggantikan beberapa sparepart yang
dimiliki oleh mesin yang rusak, maka harus dipilih sparepart pengganti yang
jauh lebih berkualitas sekalipun harganya lebih mahal.
Pada beberapa kasus maka ada dua jenis penurunan yang
terjadi pada mesin atau peralatan diantaranya adalah:
- Penurunan
mesin karena kesalahan manusia
Mesin atau peralatan juga bisa rusak atau mengalami
penurunan karena kesalahan manusia atau human error. Hal ini akan
mempercepat mesin menjadi aus, mesin yang mendapatkan perlakuan kasar dan tidak
sewajarnya akan cepat rusak dan menurun performanya.
- Penurunan
mesin secara alami
Kerusakan mesin atau peralatan ini dikarenakan oleh
keausan pada mesin sendiri karena telah digunakan dalam jangka waktu yang lebih
lama, hal ini tdiak berhubungan dengan kesalahan manusia.
Untuk menghindari masalah kerusakan yang lebih parah maka
dibutuhkan suatu metode untuk menangani masalah tersebut dengan suatu metode
yang tepat. Yang menjadi harapan dari pemeliharaan mesin tersebut
adalah untuk mempertahankan kondisi peralatan atau mesin agar
memiliki fungsi yang lebih baik dan komponennya bisa memiliki umur yang
lebih panjang. Selain itu perawatan mesin/peralatan juga ditujukan
sebagai sautu tindakan yang dilakukan agar bisa menggantikan
komponen mesin yang sesuai dalam jangka waktu tertentu sebelum terjadi
kerusakan yang fatal.
2. Pengertian Total Productive Maintenance
Total produktive maintenance merupakan suatu
hubungan kerjasama yang saling berkaitan antara bagian produksi dengan
perawatan secara keseluruhan untuk meningkatkan produktivitas,
meminimalkan biaya produksi, serta berupaya untuk meningkatkan
kemampuan peralatan atau mesin secara keseluruhan pada perusahaan
manufaktur.
Konsep TPM ini sebenarnya mencakup semua hal yang
berhubungan dengan perawatan termasuk suatu implementasi yang ada di
lapangan. Proses TMP ini akan mengikut sertakan pekerja yang ada pada
perusahaan yang bersangkutan dari bagian produksi untuk mengurangi kerusakan
mesin atau peralatan semaksimal mungkin.
Kegiatan dalam TPM meliputi beberapa hal diantaranya
adalah:
- Keikutsertaan
operator mesin
Semua operator mesin yang ada pada perusahaan tersebut
harus bertanggung jawab terhadap kerusakan dan kondisi mesin yang
digunakan untuk proses produksi. Sebisa mungkin mereka harus ikut andil
dalam pemeliharaan mesin sejak awal, misalnya saja adalah
dengan membersihkan mesin setelah digunakan, melumas mesin. Selain
itu operator mesin juga harus melakukan inspeksi pertama kali untuk
mengetahui bagaimana kondisi dari mesin yang digunakan tersebut.
- Peran
teknisi
Beberapa teknisi akan diperlukan dalam suatu sistem
meintenance tersebut namun teknisi-teknisi hanya akan
menyelesaikan masalah mesin ayau peralatan yang cukup serius seperti halnya
ketika terjadi perbaikan atau penggantian mesin dan mesin mengalami kerusakan
yang terlalu parah.
- Peran
staff teknik
Dalam suatu sistem operasional perusahaan sangat baik bila
dibentuk suatu staff teknik yang bertugas untuk menganalisa
permasalahan yang timbul, memberikan ide dan solusi terhadap masalah yang
timbul sekaligus memberikan pandangan tentang maintenance yang baik bagi
perusahaan.
Pada beberapa pabrik yang ada di Indonesia kegiatan
TPM ini secara keseluruhan akan dikerjakan oleh bagian maintenance.
Pada perusahaan kecil maintenance akan berada di bawah naungan
bagian produksi. Bagian-bagian tersebut akan memiliki tugas yang
berbeda sehingga sering menimbulkan ketidakcocokan yang merugikan
perusahaan.
Elemen yang terdapat pada Total Productive Maintenance
diantaranya:
- Menciptakan
sistem preverentive maintenance
Tujuan dai TPM adalah untuk menciptakan suatu
sistem yang berguna untuk memperpanjang umur dari mesin atau
peralatan yang dimiliki.
- Memaksimalkan
kinerja mesin
Dengan adanya TPM tersebut maka kinerja mesin/ peralatan
akan semakin maksimal secara keseluruhan. Dengan performa yang maksimal
tentu akan memudahkan dalam proses produksi.
- Adanya
kerja sama banyak pihak
Adanya TPM akan melibatkan banyak pihak seperti
halnya pihak manajemen tertinggi dalam perusahaan, karyawan yang terdiri dari
teknisi maupun operator mesin.
2.1 Tujuan dari Total Productive Mantenance
Dalam pelaksanaannya tentu ada tujuan yang ingin dicapai
dalam TPM, kegiatan yang dilakukan dalam TPM tersebut merupakan
kegiatan yang mendukung bagi kegiatan lain yang bersifat komersil. Seperti
halnya kegiatan operasional perusahaan lainnya maka maintenance harus dilakukan
dengan efektif, efisien dan dengan mengeluarkan biaya yang
minim. Mesin/ peralatan akan sesuai dengan target yang diharapkan
karena tidak mengalami kerusakan.
Berikut beberapa tujuan dari TPM untuk perusahaan
menufactur:
- Produksi
barang yang baik
Adanya perawat yang dilakukan pada mesin/
peralatan menimbulkan proses produksi bahan mentah menjadi barang
setengah jadi atau barang jadi menjadi lebih maksimal. Kemampuan
berproduksi akan semakin baik karena mesin bisa beroperasi dengan baik tanpa
masalah apapun.
- Menjaga
kualitas produk
Bila mesin atau peralatan yang digunakan untuk produksi
bagus maka kualitas produk yang dihasilkan juga cukup bagus. Demikian
juga sebaliknya, kualitas produk bukan hanya ditentukan oleh bahan baku
yang digunakan namun juga bergantung pada proses produksinya. Proses produksi
sangat bergantung pada mesin/peralatan yang digunakan pabrik. Jadi semakin
bagus mesin yang digunakan maka semakin baik pula kualitas produk yang dihasilkan.
- Meminimalkan
biaya perawatan
Perawatan mesin harus dilakukan secara
bertahap, hal ini sangat membantu mengurangi biaya perawatan
ketika mesin rusak total. Sebelum mesin rusak maintenance harus dilakukan
secara terus menerus, tujuannya untuk menghindari kerusakan yang parah
sekaligus menghindari adanya penggantian sparepart secara
keseluruhan.
- Jaminan
keselamatan kerja
Mesin/peralatan yang digunakan saat produksi
bisa mencelakai karyawan ketika mesin tersebut mengalami masalah.
Sebelum hal itu terjadi sebaiknya dilakukan maintenance secara terus menerus
agar mesin bisa beroperasi dengan baik dan tidak menggangu keselamatan
pekerja.
- Memperpanjang
umur mesin/ peralatan
Tiap perusahaan menginginkan masa pemakaian mesin/
peralatan yang dimilikinya jauh dari perkiraan sebelumnya. Jika ingin demikian
maka mesin/peralatan harus dirawat dengan baik sejak awal, jangan
menunggu saat mesin mengalami masalah atau bahkan mesin mengalami
kerusakan total baru ada tindakan perbaikan.
3. Jenis-jenis Maintenance
Perawatan yang dilakukan oleh perusahaan manufactur
dibedakan menajdi beberapa jenis perawatan. Sekalipun tujuan dari
perawatan tersebut adalah sama namun penerapannya atau cara yang dilakukan
sedikit berbeda satu sama lain.
Berikut beberapa jenis-jenis maintenance:
3.1 Planned Maintenance
Pemeliharaan terhadap mesin/ peralatan ini dilakukan
secara terencana, pemeliharan ini akan terorganisir dan dilakukan dengan
pemikiran ke arah masa depan. Dalam proses perencanaan perbaikan ini akan
melibatkan pengendalian dan pencatatan rencana yang telah disusun
sebelumnya. Program maintenance yang akan dilakukan dalam perencanaan
pelmeliharaan terencana ini adalah secara dinamis. Perlu adanya
pengawasan dan pengendalian dengan baik dari karyawan
maintenance terhadap beberapa informasi dari mesin bersangkutan.
Pemeliharaan mesin secara terencana ini ditujukan
untuk mengatasi berbagai masalah yang dialami oleh pihak
maintenance maupun manager perusahaan. Dalam pemelihataan ini akan
digunakan beberapa data pendukung seperti laporan terhadap
permintaan pemelihataan, laporan pemeriksaan. Laporan terhadap perbaikan dan
beberapa laporan lainnya.
Bagian-bagian dari pemeliharaan terencana diantaranya
adalah:
- Tindakan
pencegahan
Pemeliharaan pencegahan ini merupakan pemeliharaan
terhadap mesin/ peralatan agar tidak menimbulkan kerusakan
yang tidak terduga sebelumnya. Hal ini sangat membantu kelancaran proses
produksi sehingga semua fasilitas dalam produksi akan mendapatkan jaminan kelancarannya.
- Pemeliharaan
berdasarkan prediksi
Pemeliharaan ini didasarkan pada
prediksi hasil suatu analisa maupun evaluasi data yang
bersifat operasional. Prediksi tersebut bisa dberupa data tentang
temperatur, vibrasi, data getaran mesin maupun data lainnya yang bisa
dianalisa dan diprediksi. Perencanaan pemeliharaan ini bisa
dilakukan berdasarkan data yang diberikan oleh bagian maintenance
di lapangan.
- Pemeliharaan
perbaikan
Kegiatan maintenance ini merupakan suatu kegiatan yang
dilakukan apabila terjadi kerusakan pada mesin/peralatan
yang menggangu sistem operasi produksi.
3.2 Autonomous Maintenance
Pemeliharaan terhadap mesin/ peralatan tersebut
dilakukan secara mandiri yang meliputi semua kegiatan untuk peningkatan
produktivitas dan efisiensi mesin/peralatan yang dlakukan oleh
operator maintenance bersangkutan. Dalam pemeliharaan ini
dikenal beberapa prinsip yaitu prinsip 5S seperti Seiri, Seiton,
Seiso, Seiketsu dan Shitsuke.
Seiri merupakan proses untuk menyingkirkan beberapa benda
yang tidak penting dan tidak diperlukan, sedangkan Seiton merupakan
proses untuk meletakkan barang atau benda yang diperlukan secara teratur agar
terlihat lebih rapi. Konsep selanjutnya dalam pemeliharaan ini adalah Seiso
yang berarti membersihkan beberapa peralatan maupun tempat kerja setelah
dipakai. Seikatsu adalah cara yang dilakukan untuk membuat standart
kebersihan baik berupa pemberian minyak atau pelumasan maupun
proses inspeksi. Konsep terakhir dalam pemeliharaan ini adalah Shitsuke yang
berarti peningkatan kemampuan dan moral untuk
pemeliharaan mesin lebih baik lagi.
4. Analisa Total Productive Maintenance
Dalam TPM ada beberapa kegiatan dan tindakan yang
dilakukan yang tidak hanya terfokus pada pencegahan terhadap
kerusakan mesin/ peralatan namun juga bertujuan untuk meminimalkan downtime
dari mesin/peralatan bersangkutan. Sebenarnya ada banyak faktor
yang menyebabkan kerugian terhadap efisiensi mesin/ peralatan yang
dimiliki perusahaan sehingga mesin tersebut tidak bisa digunakan secara
efektif dan efisien sesuai dengan harapan perusahaan. Ketika
mesin/peralatan yang dimiliki oleh perusahaan tidak efisien lagi maka
perusahaan yang akan mengalami kerugian.
Dalam penggunaan mesin/ peralatan maka harus diukur
efisiensi maupun efektifitas mesin/peralatan tersebut untuk produksi.
Efisiensi merupakan suatu proses yang mengukur performa dari sumber
daya relatif terhadap beberapa standart yang telah ditetapkan. Sedangkan
efektivitas merupakan suatu karakter dari proses pengukuran
pencapaian output dari suatu sistem produksi. Dengan menggunakan mesin/
peralatan yang efisien tersebut maka akan memaksimalkan
kinerja mesin/ peralatan.
- Jenis-jenis
pekerjaan Maintenance
Dalam maintenance maka ada beberapa tindakan
yang sangat efektif dan efisien untuk mencegahan masalah yang berhubungan
dengan mesin tersebut. Masalah-masalah tersebut akan muncul ketika
pekerjaan maintenance yang mampu dikerjakan oleh bagian lainnya
terabaikan.
Beberapa pekerjaan maintenance untuk TPM diantaranya
adalah:
- Membersihkan
debu
Hal ini terlihat sangat sepele namun efeknya bisa
berpengaruh pada mesin yang digunakan untuk proses produksi. Membersihkan
debu tersebut adalah cara yang mudah dan ringan, selain itu cara lain yang
digunakan adalah denga memberikan pelumasan saat diperlukan dan
mengencangkan bagian mesin yanng telah kendur.
- Perbaikan
terhadap mesin/ peralatan yang dianggap ringan
Untuk pencegahan terhadap peralatan/ mesin
agar tidak mengalami masalah adalah dengan cara melakukan
perbaikan terhadap mesin yang dianggap ringan.
Pekerjaan yang bisa dilakukan untuk membersihkan
serta melakukan perbaikan yang ringan terhadap mesin makan
meminimalkan kerusakan mesin tersebut. Hasil dari pekerjaan yang
tepat untuk total productive maintenance akan mengurangi downtime
peralatan/ mesin yang dimiliki perusahaan. Tugas maintenance
kepada bagian-bagian lain bukan hanya bagian mesin diharapkan bisa
meningkatkan kesadaran bagi mereka berapa pentingnya perawatan terhadap
mesin/peralatan produksi.
Kesadaran masing-masing individu dalam suatu
perusahaan tersebut adalah bersifat mendidik mereka agar
bertanggung jawab terhadap perawatan mesin maupu komponen lain yang saling
berhubungan satu sama lain. Konsep dalam Total Productive Maintenance
akan memberikan kesadaran tentang bagaimana mesin/ peralatan tersebut
mampu bekerja dengan baik, mengapa mesin mengalami kerusakan, bagaimana
cara memperbaiki mesin dengan baik, serta bagaimana cara yang tepat untuk
membedakan suara mesin yang bagus dengan suara mesin yang tidak bagus.
Bila dalam suatu perusahaan bukan hanya pihak maintenance
atau bagian operator mesin saja yang memiliki kesadaran maka tahap
berikutnya adalah pendelegasian tugas kepada karyawan atau operator
untuk melakukan pekerjaan seputar maintenance. Penjadwalan yang teratur
untuk proses total productive maintenance tersebut sangat efektif untuk
peningkatan kualitas produk yang dihasilkan.
8 Pilar TPM

Delapan pilar yang menjadikan TPM ini berada antara lain :
a) Otonomi pemeliharaan.
b) Perbaikan terus menerus.
c) Rencana pemeliharaan.
d) Awal peralatan manajemen.
e) Pemeliharaan kualitas.
f) Pelatihan.
g) TPM Kantor.
h) Keselamatan, kesehatan
dan lingkungan.
Implementasi TPM
Tahapan Implementasi
·
Mengumumkan Keputusan Pimpinan Puncak untuk Memperkenalkan TPM
·
Melancarkan Kampanye Pendidikan
·
Menciptakan Organisasi yang mengarah pada peningkatan TPM
·
Menentukan Dasar-Dasar Kebijakan TPM dan Sasaran TPM
·
Merumuskan Sebuah Master Plan Untuk Pengembangan TPM
·
Menguasai “ Kick Off “ TPM
·
Meningkatkan Keefektifan Peralatan
·
Menetapkan Sebuah Program Mandiri Para Operator
·
Menyusun Sebuah Program Pemeliharaan Terjadwal
·
Menyelenggarakan Pelatihan Untuk Meningkatkan Ketrampilan Operasi
dan Pemeliharaan
·
Kembangkan Program Manajemen Pemeliharaan Awal
·
Penerapan TPM Secara Penuh dan Arahkan Untuk Sasaran Yang Lebih
Tinggi.
·
Aspek penting dalam implementasi TPM
·
Kegiatan – kegiatan yang memaksimalkan ke-efektifan dari
peralatan.
·
Perawatan yang mandiri oleh para operator.
·
Kegiatan – kegiatan kelompok kecil pimpinan
Harapan hasil dari implementasi TPM
·
Hasil hasil yang nyata dan terukur, perusahaan yang telah mengimplementasikan
TPM dengan baik memiliki tingkat kerusakan peralatan,
kecelakaan kerja, produk cacat, keluhan konsumen, serta biaya
produksi yang rendah.
·
Mengubah kebiasaan di lingkungan kerja (Membuang kebiasaan buruk
dan mengembangkan kebiasaan yang baik).
Dengan TPM perusahaan yang sebelumnya tidak teratur (kotor), penuh
dengan sisa-sisa material produksi, kebocoran-kebocoran aliran, peralatan
berkarat dan lainnya berubah menjadi lingkugan kerja yang bersih dan nyaman.
No comments:
Post a Comment